agony is your triumph

montage of possibilities

mengapa kamu berpindah pada penggal pikir yang lain? bukan kita sudah berjanji untuk tidak pernah mengatakan bahwa kita jatuh cinta? kamu pernah di sini, di antara nafas yang berjeda pada ujung-ujung jari yang tak sengaja bersentuhan, pada pelukan singkat yang tak sengaja berhamburan. kamu, segenggam debar, mengapa hilang ketika tak ada lagi kebetulan? mengapa dalam kepastian yang begitu pasti kita tidak ingat jalan untuk kembali? pada bibir yang bersentuhan, pada hangat lidah dan manis sisa kopi juga serasa tembakau, hanya ada sepasang kupu-kupu di dalam paru-paru yang bolong. sepasang kupu-kupu yang pandir.

bukankah kita telah berjanji untuk tidak pernah mengatakan bahwa salah satu dari kita barangkali telah jatuh cinta?

aku ingin memanggilmu pulang, segenggam debar yang tak ingat pulang. mengapa kamu melanglang dalam kekaguman? pada pikir yang tidak pernah membawa serta sepasang kupu-kupu, bahkan yang terpandir? di cangkir kopi yang dingin, alas tidur yang tipis, dan ruangan dua puluh derajat; mengapa kamu singgah di sana? di sisi kulit kerbau dan wangi cokelat hitam, yang untuk memeluk pun enggan. hanya saja kamu di sana, tidak mau kembali.
bukankah kita telah berjanji untuk tidak pernah mengatakan bahwa saya mungkin saja jatuh cinta?

tapi yang bersisa hanya sepasang kupu-kupu. kupu-kupu yang pandir.
di sini, di paru-paru yang mencuri sebagian nafasmu di sela kecupan di atas atap.
bukankah kita telah berjanji untuk tidak pernah mengatakan bahwa salah satu dari kita barangkali telah jatuh cinta?

3 months ago